Laporan warga terkait adanya temuan obyek yang diduga cagar budaya (ODCB) di Kabupaten Jombang terus bermunculan. Seperti yang dilakukan Din...
Laporan warga terkait adanya temuan obyek yang diduga cagar budaya (ODCB) di Kabupaten Jombang terus bermunculan. Seperti yang dilakukan Dinas P dan K Jombang Kamis (2/6) lalu. Petugas melakukan pemantauan temuan struktur bata kuno di Desa Ngampungan, Kecamatan Bareng juga Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto.
Dian Yunitasari Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang mengatakan, setelah menerima laporan dari masyarakat terkait temuan ODCB di wilayah Kecamatan Bareng, pihaknya kemudian melakukan pemantauan bersama tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim. ”Ya kami mengagendakan blusukan ini untuk meninjau lokasi yang diduga terdapat objek cagar budaya,” ujar dia.
Dijelaskan, tempat ditemukannya benda diduga peninggalan purbakala ini berada di kawasan wisata Pandansili Desa Ngampungan. Ketika ditinjau, pihaknya menemukan sejumlah pecahan gerabah, bata kuno serta lesung watu. ”Untuk lesung watu sekarang sudah diamankan oleh pihak desa dan dipajang di area wisata,” jelas dia.
Dian belum bisa menjelaskan secara rinci temuan gerabah dan benda kuno yang dimaksud, Ia menyebut akan segera berkirim surat ke BPCB untuk segera melakukan studi kelayakan. ”Studi kelayakan perlu kita lakukan untuk menentukan apakah nantinya akan ada ekskavasi atau tidak. Dan kita menunggu rekom dari BPCB,” tandasnya.
Tak berhenti di situ, tim kemudian bergerak menuju Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto guna mengecek dugaan keberadaan ODCB. ”Di lokasi tersebut juga banyak temuan bata kuno,” papar dia.
Ia mengakui, laporan mengenai temuan ODCB di Jombang cukup banyak. Dari hasil inventarisir sementara, ada 21 temuan ODCB sejak beberapa tahun ini. Masing-masing temuan potongan batu andesit bermotif di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, batu yoni di Desa Wringinpitu, Kecamatan Mojowarno, Jambangan di Desa Mundusewu, Kecamatan Bareng, batu yoni di Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno dan Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, dua di Desa Tambar Jogoroto, batu lingga di Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto dan Desa Jogoroto.
Selain itu fragmen arca Ganesha dan Siwa di Desa Kauman, Kecamatan Kabuh, batu candi di Desa Dusun Bakalan, Desa Pulorejo, Kecamatan Ngoro. Gentong berinskripsi di Desa/Kecamatan Kesamben, batu yoni di Desa Badas, Kecamatan Sumobito, batu candi di Desa Sukoiber, Kecamatan Gudo, gedung SMPN 2 Jombang, gedung SMAN 3 Jombang, batu candi di Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Jombang, Pendopo SDN Ploso 1, guci pedupaan terakota di Dusun Kedaton, Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Situs Pandansili di Desa Ngampungan. ”Semua temuan tersebut sudah kita laporkan ke BPCB Jatim,” papar dia.
Menurut dia, pengusulan tersebut perlu dilakukan sebagai upaya penyelamatan objek cagar budaya dari kerusakan, kehancuran dan kemusnahan. ”Usulan tersebut kami harapkan dilakukan peninjauan, identifikasi serta pengkajian,” pungkasnya. (ang/naz/riz)
Berita : Radar Jombang


COMMENTS