Jatirejo merupakan sebuah nama kelurahan yang berada di kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur dengan kode p...
Jatirejo merupakan sebuah nama kelurahan yang berada di kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur dengan kode pos 64416. Jatirejo sendiri memiliki arti "Pepohonan Jati yang Subur" karena dahulu daerah ini di penuhi oleh pohon jati. Dahulu mayoritas penduduk berprofesi sebagai petani namun karena sekarang lebih banyak alih fungsi lahan menjadi pemukiman menjadikan profesi petani menjadi berkurang. Lingkungan Jatirejo dibagi menjadi 4 bagian dari paling barat terdapat lingkungan Jlumpang kemudian bergeser ke arah timur terdapat Cacingan dan Templek, sedangkan lingkungan paling utara yakni Jebug.
Kelurahan yang sekarang ini dipimpin oleh lurah Bapak Wisnu Purwoko berhasil membawa Jatirejo menjadi lebih baik dari sebelumnya. Lurah yang masih tergolong muda tersebut membawa banyak inovasi dalam melaksanakan tanggung jawabnya serta menjadikan lingkungan Jatirejo terbebas dari KKN ( Korupsi Kolusi dan Nepotisme). Salah satu program yang berhasil yaitu kampung kuliner yang berada di lingkungan Cacingan. Dengan adanya program ini pemerintah setempat sudah berupaya untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa Jatirejo, khususnya lingkungan Cacingan. Program yang turut diresmikan oleh bapak Bupati Novi Rahman Hidayat dan wakilnya pada 15 Desember 2019 silam itu merupakan salah satu bentuk bantuan dari pemerintah untuk UMKM dengan cara menjadikan suatu kawasan biasa menjadi lebih berdaya guna dengan memberikan modal kepada masyarakat setempat sebagai sarana dalam mencari nafkah. Bantuan tersebut berupa rombong untuk berjualan dan juga dibuatkan gapura selamat datang ketika memasuki kampung kuliner.
Kampung kuliner sendiri terbentuk karena sebagian besar penduduk lingkungan Cacingan berprofesi sebagai penjual makanan khususnya nasi goreng dan mie. Pada awalnya hanya beberapa orang yang berjualan sambil keliling, seiring berjalannya waktu membuat mereka tidak berkeliling namun berjualan di depan rumah. Melihat hal ini merupakan suatu peluang untuk menjadikan masyarakat yang berdaya guna. Masyarakat Nganjuk telah mengenal Cacingan dengan sebutan kampung mie, stigma inilah yang membuat Cacingan terkenal sebagai kampung kuliner, tidak hanya nasi goreng dan mie saja disini juga banyak yang menjual makanan dan minuman antara lain : sate madura prapatan Cacingan, nasi pecel daun jati, penyetan dan yang tak kalah dikenal masyarakat yaitu tahu lontong bu Sarmi yang selalu ramai pembeli. Kampung kuliner ini diketuai oleh Suwarno yang merupakan penjual nasi goreng dan mie, pada masa pandemi kawasan ini mengalami keterpurukan akibat COVID-19 yang berdampak pada pemasukan yang berkurang, namun berkat kegigihan, semangat dan gotong royong masyarakat kampung kuliner serta selalu menerapkan protokol kesehatan ketika pandemi melanda akhirnya kampung kuliner Cacingan dapat bangkit lagi.

COMMENTS